Rabu, 14 November 2012

Tugas Cerpen Gw..!!


Thumbnail
Tahun 1980 an daerah tempat tinggalku belum seramai sekarang. Masih sepi dan diliputi kisah mistik penduduknya. Setiap hari da saja cerita mistik: hantu, setan, gendruwo, pocong, kuntilanak, tuyul yang dilihat tetanggaku. Umurku waktu itu kurang lebih 10 tahunan. Salah satu tempat angker di sekitar tempat tinggalku adalah sebatang pohon nangka tua yang tumbuh di halaman belakang rumahku.
Pohon itu sudah tua, daunnya sudah berguguran, sebagian rantingnya telah kering namun masih berbuah. Pohon nangka itu berdiri di pinggir gang kecil yang sering dilalui tetanggaku. Pada malam hari gang itu jarang dilewati orang karena kata orang orang sering merinding kalau lewat situ. Sebagian orang memilih berlari secepatnya kalau lewat pohon nangka itu.
Takut disentil hantu katanya. Cerita hantu itu bukan isapan jempol karena Ayah, Ibu dan Kakakku pernah diganggu hantu pohon nangka itu. Bentuknya laki laki, ukuran badan remaja tanggung, kepala gundul, muka rata dan seluruh badan hitam legam bak sileut. Itu kata Kakakku yang pernah melihat penampakan hantu tersebut pada usia lima tahun. Hantu itu keluar dari pohon nangka pada tengah malam hari di mana Kakakku sedang buang air di jamban belakang rumah dengan ditemani mbakku. Kakakku lantas teriak kencang kencang yang membangunkan tetangga sekitar dan langsung mengepung pohon nangka itu. Hantu itu masih kelihatan oleh kakakku sekalipun telah dikepung puluhan lelaki tetanggaku.
Lain lagi ibuku, dia sedang mandi saat maghrib menjelang isa dan tiba tiba sesosok kepala gundul hitam legam nongol dari dinding kamar mandi yang terbuat dari bilik bambu yang atasnya terbuka. Kontan saja ibuku teriak kencang kencang. Kepala gundul itu lantas kabur entah kemana tanpa meninggalkan suara sedikitpun. Sedangkan ayahku melihat hantu saat maghrib dan hujan lebat. Ayahku berjalan dengan berpayung melintasi daerah pohon nangka tersebut dan melihat anak anak kecil berteduh di bawah pohon nangka sambil bersenda gurau, cekikikan. Tidak jelas siapa anak anak itu karena sore itu gelap, namun kebiasaan di daerahku saat maghrib tidak ada anak anak yang keluar rumah. Jadi kemungkinan anak anak itu hantu.
Kakak iparku melihat seorang wanita sedang menangis sendirian di bawah pohon nangka, pada saat jam 10 malam lewat gang sepi itu. Langsung saja lari terbirit birit dan segera ingat kalau siang tadi seorang tetangga wanitanya baru saja dikuburkan. Aku sendiri ? Sesosok tubuh tinggi hitam dan sepertinya berjubah berdiri tegap seolah olah menatapku tak berkedip hingga aku teriak teriak ketakutan dan dihampiri oleh saudara saudaraku. Waktu itu malam selepas isa aku sendirian di halaman depan rumahku sambil menatap kegelapan malam. Di antara pohon tebu dan semak di sebelah rumahku aku melihat sosok menyeramkan itu.

0 komentar:

Poskan Komentar