Minggu, 14 Juli 2013

Coworking Bukan Sekadar Ruang Fisik

05.25 By

Internet tidak cuma mengubah cara kita berkomunikasi, tapi mau tidak mau juga mengubah cara kita bekerja. Terutama bagi orang-orang yang mengandalkan internet sebagai perangkat penting pekerjaannya. Pada akhirnya, definisi kantor pun menjadi cair, tidak sekaku dinding dan deretan cubical di ruangan ber-AC. Kondisi ini semakin mendukung para pekerja freelance yang tidak terikat dengan kantor atau perusahaan tertentu, yang biasanya tidak memiliki kantor tetap. Selama ada laptop dan koneksi internet, jadilah "kantor" bagi mereka. Biasanya mereka bisa ditemukan di kafe-kafe dengan fasilitas Wi-Fi.

Kelebihan bekerja freelance adalah tidak perlu ke kantor dengan jam yang kaku, pakaian yang bebas, dan bisa bekerja dimana pun. Satu hal yang dikeluhkan oleh sebagian besar pekerja freelance adalah kurangnya sosialiasi, alias tidak punya teman. Coworking pun muncul dan mampu menambal kekurangan tersebut.

collaboration space comma ID
Comma ID, coworking space pertama di Jakarta

Coworking, pilihan baru bagi freelancer (selain rumah dan kafe)
Coworking merupakan sebuah cara bekerja bersama-sama bagi para pekerja dari berbagai pekerjaan (maupun kantor) yang berbeda-beda. Pada dasarnya, coworking bukan hanya soal ruangan (coworking space), tapi sekumpulan orang yang bekerja bersama. Meskipun berbeda-beda tapi punya nilai yang sama, mulai dari kreativitas, keterbukaan, ataupun cara bekerja yang sama. Digagas pertama kali oleh Bernie DeKoven pada tahun 1999 di San Francisco, kini coworking pun sudah menjadi satu gaya bekerja yang menyebar di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.
 ruang meeting comma ID
Ruang meeting di Comma ID

Para pekerja nomad Jakarta kini boleh senang karena mereka tak perlu lagi merasa tidak punya teman saat mojok di kafe hanya berkawankan laptop dan segelas kopi. Comma ID, coworking space pertama yang hadir di Jakarta pada 1 Desember 2012 sudah menjadi tujuan para freelancer maupun pekerja independen ibukota. Coworking space yang didirikan oleh Ario Pratomo, Michael R. Tampi, Rene Suhardono, Yoris Sebastian, Dondi Hananto, dan Dodong Cahyono ini berawal dari mereka yang sudah sering bekerja bersama di kafe, namun sama-sama menginginkan suasana lain yang tidak mereka dapatkan jika bekerja di kafe.

comma ID lesehan
Bantalan untuk duduk di bawah

Pertama kali memasuki ruangan Comma ID yang berada di lantai 3 Gedung One Wolter Place di Jalan Wolter Monginsidi, yang saya rasakan adalah suasana bekerja yang terbuka, tenang, santai, dan jauh sekali dari kesan kaku. Mirip dengan kantor creative agency. Selain meja-meja yang bisa digunakan oleh 5-6 orang, ada juga meja dengan kursi tinggi bar yang menghadap langsung ke jendela dengan pemandangan jalanan Wolter Monginsidi dan pepohonan di sekitar Jalan Ciranjang. Bahkan, bagi yang ingin bekerja sambil duduk santai di lantai, disediakan beberapa bantalan empuk di sudut ruangan. Lumayan untuk kerja sambil selonjoran.

pantry dan menu di comma ID
Pantry dan menu

Ruang Fisik dan Kolaborasi
Bagi Urbanesian yang mau turut berkolaborasi kerja di Comma ID, bisa memilih paket dua jam seharga Rp50.000,00 atau jika memang berencana kerja seharian, harganya Rp200.000,00 (termasuk locker). Sedangkan jika Urbanesian memang berencana bekerja di tempat ini selama sebulan penuh, harga paketnya Rp3.000.000,00 (termasuk locker dan ruang rapat untuk 6 jam). Jangan takut kelaparan, makanan kecil dan menu makan siang (yang sayangnya tidak sempat saya coba) bisa dipesan antar. Pengunjung bisa berbagi makanan dengan meletakkannya di meja pantry.

komik bersambung comma ID
"Komik Sambungin Sendiri" yang bisa diisi oleh pengunjung

Selain menyewakan ruang kerja kolaborasi, Comma ID juga menyewakan ruang rapat berkapasitas empat orang dengan harga Rp100.000,00 untuk dua jam. Semua paket tersebut sudah termasuk free refreshment (air mineral, kopi, teh) dan wifi (tentu saja). Seperti halnya coworking space di negara-negara lain, Comma ID juga tidak hanya menyediakan ruang dalam arti fisik, tapi juga ruang dalam arti yang lebih luas, yaitu ruang untuk berjejaring di Comma Network. Salah satu gimmick networking yang dapat dilihat adalah Wall of Networking Comma yang bisa ditempeli dengan kartu nama pengunjung.

wall of networking comma ID
Wall of Networking untuk menempel kartu nama

Yang membuat bekerja di coworking space berbeda dengan bekerja di kafe ber-wifi adalah kesamaan nilai yang dimiliki oleh semua pengunjungnya. Apapun latar belakang pekerjaan dan perusahaannya, paling tidak orang-orang yang datang ke sini punya satu kesamaan: sama-sama membutuhkan ruang. Baik ruang secara fisik maupun psikologis (kolaborasi).

Di Jakarta sendiri, rasanya konsep ini akan "laris" mengingat kondisi jalanan yang begitu padat menuntut fleksibilitas kerja yang tinggi. Selain Comma ID, setidaknya sudah ada tiga coworking space lain di Jakarta dengan konsepnya masing-masing. Semoga konsep ini tidak berakhir menjadi tren sekejap, tapi menjadi gaya kerja baru yang dapat mengisi kebutuhan warga kota yang nyaris tanpa jeda ini.

0 komentar:

Poskan Komentar